Searching...
9.05.2013

Deicide - Deicide 1990






















Deicide - Deicide
Roadrunner Records 1990

Glen Benton - Bass, Vocals
Steve Asheim - Drums
Brian Hoffman - Guitars
Eric Hoffman - Guitars


01 Lunatic of God's Creation 02:39      
02 Sacrificial Suicide 02:49    
03 Oblivious to Evil 02:38    
04 Dead by Dawn 03:53      
05 Blaspherereion 04:13      
06 Deicide 03:59      
07 Carnage in the Temple of the Damned 03:31    
08 Mephistopheles 03:33    
09 Day of Darkness 02:03    
10 Crucifixation 03:55


Banyak Juga yang menyebut, jika album Ke-2 " Legion " Milik Lunatic Death Metal terbaik Tampa, Florida yang eksis sejak tahun 1989 sebagai album Inspiratif bagi perkembangan Death Metal Internasional, namun seperti nya beda pula dengan pandangan Pribadi gw yang masih tetap menempatkan " Deicide " sebagai album pertama dan terbaik bagi Deicide yang barusan mengganti namanya dari AMON menjadi Deicide begitu band ini mendapatkan kontrak album dengan Roadrunner Records akhir tahun 1989 setelah Pihak label merasa keberatan saat Deicide menggunakan Titel album Pertama ini sebagai " Amon - Feasting The Beast " karena band King Diamond lebih dulu menggunakannya pada materi album " Conspiracy "nya. sebelumnya memang Deicide sudah memiliki 2 demo dengan nama AMON sebelum Vokalis Karismatik dengan Imej Satanic-nya, Glen Benton masuk dalam formasi band ini. nama Nama DEICIDE ini adalah bentuk penggambaran baku tentang Kematian tuhan Kristus. debut awal ini memang sempat menggemparkan scene death Metal diera 90-an, dimana Deicide yang Konstruktif dan Intens mengusung tema tentang Satanisme dalam lirik2 lagunya, apalagi Deicide memang sangat terkenal dengan Imej seorang Glen Benton yang memiliki Gambar salip terbalik di Jidat-nya, yang terbuat dari Tatto permanen yang dibakar dan membuat luka dan Lubang berbentuk salip terbalik, memang fenomenal sosok Glen Benton yang sempat dimusuhi oleh umat Kristiani karena aksi panggungnya kerap membuat Berang jemaat Gereja dengan membakar Kitap Injil. dialbum perdana ini, Deicide langsung menggandeng Scott Burns sebagai Produser dan Enjiner di Morrisound Studio, yang Deicide anggap sebagai Tempat terbaik menanamkan Populeritas band. From the very name of the band itself to the crude and blasphemous content of the lyrics, they feel as if they were built from the ground up to piss off the clergy, the censorship committee, and most importantly your Mom. To that extent, I've ever deigned to associate a 'bully' characteristic to their career, because I find a lot more muscle than merit through their sound. Deicide is like that tough and smelly kid from your neighborhood, that none of your friends invited to the picnic at the playground, but showed up anyway. You offer him a sandwich and a cola, because if you don't he'll kick your ass six ways to Satan, but he's not one for innocent games or quality conversation. Track " Lunatic of God's Creation " yang memorable itu dimainkan pada Urutan awal album pertama ini, Deicide mulai mengenalkan Gaya " Deicide Sounds " yang memang dikenalkan oleh Typical bermain duo Gitaris bersaudara Hoffman yang menggeber Riffing-nya diatas rata2 dengan harmoni penuh dengan nuansa yang Hitam gelap ! yang adalah perpaduan karakter dasar bermain Slayer dan Venom ! Karakter Vokal Glen Benton pun masih terlalu ringan jika kita bandingkan dengan karakter berat suaranya sekarang ini, masih terlalu ringan ala Band2 Old School Death Metal gayanya yang diselingi dengan scream Insane Vokal dasyat. Dentuman Drummer Steve Asheim masih lebih terasa Powerfully dan Enerjik memainkan Fast Part ! gaya Sounding Gitarnya kadang memang masih terdengar Tipis, namun cukuplah mengenalkan karakter Sound Deicide yang terkena itu. in addition to the chugging crunch of the Hoffman's that mark this debut as more influential than it might have had any right to be. kemudian " Sacrificial Suicide " semakin melenggang cepat dan Brutal Komposisinya, make for a compelling one-two punch sequence, carnal brutality overflowing the steady drum battery through the sloven hostility of the vocals ! lalu " Oblivious to Evil " memang menjadi karakter Memorable bagi Deicide, has a curious swagger to its mid-paced verses, once again the lyrics following very closely to the pattern of the drums and guitar. Other standouts include the compressed, volatile thrashing force, tentu ingat khan bagaimana karakter tersebut ? hehehehe .... " Dead by Dawn " semakin menggempur cepat dan tanpa ampun, Track Anthemic disetiap Performance Deicide ini memang tetap wajib hafalan untuk Deicide Diehard Fans forever-nya. " Blasphererion " sebuah track Egyptian death magic given a wink through banget pada beberapa Lick Pummeling Riffing-nya Duo bersaudara Hoffman. gempuran Steve memang semakin Liar dan Cepat saja karakter-nya dialbum pertama ini. dan akan terasa berbeda jika kita bisa bandingkan dengan materi2 selanjutnya Deicide, rekaman album pertama ini masih mengetengahkan " Sounding " yang tipis untuk ukuran band Death Metal yang Brutal Drumming, Deicide is an album of variation, mute-juggernaut mosh hymns enshrouded in blast work and frenetic if empty headed leads. Asheim was one of the better skinbashers of the scene, with strength of joints comparable to Pete Sandoval, if not the same unbridled speed. He's all over this album, and it is this performance, in addition to the chugging crunch of the Hoffman's that mark this debut as more influential than it might have had any right to be. dimana Death Metal Era 90-an mulai digeber dengan part2 yang super cepat aja karena enerji mereka yang masih terhitung muda  sangat meledak ledak disini hahahaha. Album Inspiratif bagi perkembangan Death Metal yang dikenalkan dengan Enerji meletup letup kencang mengguncang ini tetap akan menjadi Masterpiece klasik yang pernah dirilis oleh DEICIDE ! memang selama durasi total 33:13 menit, telinga dan Irama detak Jantung kita akan dibikin tidak stabil oleh tempo musik yang Deicide mainkan. rasakan sendiri sensasi berbeda di album perdana ini.Deicide constructed a sheer masterpiece! Explosive riffing and leads, demonic vocals, fast tempos, uncompromising style and reigning drum efforts. This remains to be a masterpiece because there's no laziness or lack of creativity in their songwriting style. Vocal backups reveal a demonic plague. If you're looking for something within death metal that's extreme, pick this one up-it's a true gem that doesn't lack innovation by any means!

0 komentar: