DRAGONFORCE RESMI MENARIK ALISSA WHITE-GLUZ SEBAGAI VOCALIS BARU !
Dunia metal akhirnya sampai di titik yang dulu terdengar seperti lelucon forum internet tahun 2008: DRAGONFORCE secara resmi menggandeng Alissa White-Gluz sebagai member terbaru sekaligus frontwoman pertama mereka. Dan dunia maya metal pasti langsung terbagi dua, antara yang berteriak " ini revolusioner! " dan yang sibuk mengetik paragraf panjang soal " jati diri band ". Mari kita realistis sebentar. DRAGONFORCE selama ini dikenal sebagai " band Metal tercepat di dunia ", mesin power metal hiperaktif yang membangun reputasi lewat solo absurd, tempo gila, dan lagu-lagu yang terdengar seperti balapan video game fantasy yang menolak rem. Mereka bukan band yang bermain aman. Tapi jujur saja, dalam beberapa tahun terakhir, formula itu mulai terasa seperti autopilot berkecepatan tinggi: teknis? tentu. spektakuler? kadang. mengejutkan? tidak lagi selalu. Dan di situlah masuknya Alissa White-Gluz menjadi langkah yang jauh lebih penting daripada sekadar " tambahan personel ". Karena Alissa bukan sekadar vokalis tempelan untuk menambah sensasi. Dia datang dengan identitas vokal yang sudah sangat kuat, growl tajam, clean vocal yang fleksibel, dan panggung karismatik yang mampu menelan perhatian publik bahkan di band sebesar Arch Enemy. Menyatukan energi itu dengan DRAGONFORCE bukan cuma kolaborasi; ini eksperimen terhadap batas power metal modern itu sendiri. Secara simbolis, ini juga menarik. DRAGONFORCE, band yang identik dengan testosteron power metal klasik, akhirnya memiliki frontwoman pertama. Dan bukan sembarang nama. Mereka memilih figur yang sudah lama dianggap salah satu ikon vokal metal modern. Itu bukan keputusan kosmetik. Itu pernyataan. Tentu saja, skeptisisme tetap ada. Karena tantangan terbesar di sini bukan apakah Alissa bisa bernyanyi di atas riff super cepat DRAGONFORCE. Jelas bisa. Tantangan sebenarnya adalah: apakah DRAGONFORCE mampu berkembang tanpa kehilangan identitas? Sebab power metal ekstrem punya kecenderungan lucu, semakin ingin terdengar besar, semakin mudah jatuh jadi karikatur dirinya sendiri. Namun kalau langkah ini berhasil, dampaknya bisa besar. DRAGONFORCE mendapatkan suntikan agresi dan dinamika baru. Alissa mendapatkan kanvas musikal yang lebih liar dan melodik dibanding habitat biasanya. Dan genre power metal, yang sering terjebak antara nostalgia dan repetisi, akhirnya punya kesempatan untuk terdengar segar lagi tanpa harus pura-pura jadi modern secara paksa. Ketika banyak band veteran sibuk merilis album aman demi menjaga algoritma streaming tetap hangat, DRAGONFORCE justru memilih melempar granat ke basis penggemarnya sendiri. Dan itu menarik. Apakah ini akan menjadi era terbesar mereka? Masih terlalu dini untuk memastikan. Tapi satu hal jelas: ini bukan sekadar pergantian personel biasa. Ini adalah pertaruhan besar dari band yang terlalu cepat untuk diam di tempat.
Lahir pada 31 Juli 1985, Perjananan Karir Alissa White-Gluz yang dibesarkan dalam keluarga vegetarian dan telah menjadi vegan sejak tahun 1998. Alissa menjalani gaya hidup straight-edge. Dia mengidentifikasi dirinya sebagai seorang ateis dan menganggap dirinya menentang agama. Alissa memiliki seorang kakak cewek, Jasamine, dan seorang adik laki-laki. Jasamine menyanyi di band No Joy. Kakek-neneknya adalah tahanan di kamp konsentrasi selama Perang Dunia II dan berhasil melarikan diri. Pengalaman mereka di kamp-kamp tersebut akan menginspirasi lagu Arch Enemy " First Day in Hell ". Sejak awal 2010-an, dia telah menjalin hubungan dengan Doyle Wolfgang von Frankenstein-nya Gitaris Misfits. Alissa juga muncul sebagai vocalis tamu di konser Nightwish di Denver pada 28 September 2012, di mana dia menyanyikan " Storytime " bersama Elize Ryd ketika Anette Olzon absen sakit. Pada tahun 2014, Alissa bergabung dengan MDM Populer asal Swedia, Arch Enemy dan berpisah dengan band sebelumnya, The Agonist. Namun, dia sebenarnya bergabung dengan Arch Enemy setelah pensiunnya Angela Gossow pada tahun 2013 dan berpisah dengan The Agonist pada bulan Desember 2013. Pada tahun 2016, dia mengungkapkan bahwa dia menderita gangguan kecemasan sosial, yang dia yakini disebabkan oleh tur yang panjang telah memutuskan berhenti dari Arch Enemy dan sempat bikin proyek baru di Blue Medusa selain dirinya terlibat menjadi vocalis tamu dibanyak band.
Mulai Sabtu nanti, tanggal 9 Mei 2026, di Welcome To Rockville, dan Minggu, 17 Mei di Sonic Temple, penampilan langsung debut DRAGONFORCE dengan White-Gluz juga akan menandai peringatan 20 tahun " Inhuman Rampage " bersama vocalis cowok Marc Hudson. Sebagai album tahun 2006 yang melahirkan fenomena global berlabel platinum " Through The Fire And Flames ", yang menghabiskan 23 minggu berturut-turut di Billboard 200 dan disertifikasi emas, " Inhuman Rampage " memperkenalkan band ini dan musik mereka kepada puluhan juta penggemar baru dan terus bertambah. Dengan rencana tur yang luas yang akan diungkapkan, dan album studio kesepuluh yang sedang dalam proses pengerjaan, DRAGONFORCE membawa lebih banyak pendengar daripada sebelumnya ke babak berikutnya dari perjalanan mereka yang selamanya penuh kegembiraan dan adrenalin ini.
" Alissa bergabung dengan band ini adalah perluasan dari semua yang telah kami lakukan hingga saat ini, " kata pendiri dan gitaris utama DRAGONFORCE, Herman Li. " Dua puluh tahun adalah waktu yang lama untuk melakukan apa pun, apalagi bertahan di industri musik dan masih terinspirasi untuk terus melakukan apa yang kami cintai." Bersama-sama kita akan menghormati apa yang membuat 'Inhuman Rampage' berarti, sambil menunjukkan kepada orang-orang ke mana kita akan pergi selanjutnya. Memiliki Alissa di ruangan mengubah segalanya. Dia tidak hanya bernyanyi, dia membuat semua aspek musik kami menjadi lebih baik. Dan suaranya luar biasa saat live! Saya tidak sabar menunggu para penggemar melihatnya dan mendengar apa yang telah kami kerjakan.
Melalui karyanya dengan semua orang dari THE AGONIST hingga KAMELOT, ARCH ENEMY dan BLUE MEDUSA yang baru diluncurkannya, Alissa telah menjadi ikon yang identik dengan kekuatan, kemandirian, fleksibilitas, dan keberanian kreatif, mewakili standar baru bagi wanita di tingkat tertinggi musik berat. Selama lebih dari dua dekade di atas panggung, menggabungkan teaterikal yang ganas dan melodius dengan tema lirik tentang filsafat, psikologi, etika, dan pengalaman manusia, dia telah membangun sejarah yang mencakup lebih dari 15 jam musik yang direkam, lebih dari 60 video musik, lebih dari 40 kolaborasi, dan lebih dari 2.000 konser di berbagai subgenre.
Tentang kemitraan barunya dengan DRAGONFORCE, dan memadukan keahlian vokalnya dengan ketepatan waktu band tersebut serta spektakel pertunjukan langsung, Alissa berkata, " Saya sangat bersemangat untuk menghidupkan musik ikonik ini dengan para musisi yang sangat terampil dalam lingkungan yang menyenangkan dan menginspirasi ini." Sangat menyenangkan untuk menampilkan semua warna suara saya dan menggunakan semua gaya bernyanyi saya dalam lagu-lagu yang secara teknis menantang, sangat energik, dan sangat adiktif. Saya sangat berterima kasih atas dukungan luar biasa yang beruntung saya terima dari dunia metal selama karier liar yang telah saya bangun ini; saya ingin terus mendorong batasan saya dan memberikan musik yang luar biasa serta pengalaman live kepada para penggemar yang sangat saya hargai.
Didirikan pada tahun 1999 dan berbasis antara Los Angeles dan London, DRAGONFORCE telah menulis ulang aturan heavy metal, sambil mendefinisikan kembali kemungkinan dari instrumen masing-masing. Sejak perilisan "Inhuman Rampage" dan lagu andalannya " Through The Fire And Flames ", bos akhir yang terkenal tak terkalahkan dari " Guitar Hero III: Legends Of Rock ", band yang dinominasikan Grammy ini terus mengejutkan para musisi dan gamer di mana-mana. Mereka telah terdengar di " Despicable Me 4 ", " Fortnite Festival ", " Brawl Stars ", " Asphalt Legends " dan seterusnya, serta terlihat di sampul puluhan majalah. Mereka telah bermain untuk jutaan fans dan berbagi panggung dengan IRON MAIDEN, Ozzy Osbourne, SLIPKNOT, METALLICA, dan banyak lagi, tetapi satu hal selalu pasti: band tercepat di dunia tidak akan melambat.
DRAGONFORCE Line Up 2026
Alissa White-Gluz - Lead Vocals (Alissa White-Gluz, Blue Medusa, ex-Arch Enemy, ex-The Agonist, ex-The Tempest)
Marc Hudson - Lead Vocals (Marc Hudson)
Herman Li - Guitars, Vocals (ex-Demoniac, ex-DragonHeart)
Sam Totman - Guitars, Vocals (ex-Demoniac, ex-Karnage, ex-Shadow Warriors, ex-DragonHeart, Chop Suey, ex-Power Quest)
Alicia Vigil - Bass, Vocals (Hellfire Heart, Vigil of War, We Start Wars, ex-She Demons)
Gee Anzalone - Drums (ex-Braindamage, ex-Earth Electric, ex-Kill Ritual, ex-Upper Class Bastards, ex-1ne Day)
Check Video Alissa menyanyikan lagu " Through The Fire And Flames " di Medsos-nya.
DRAGONFORCE Featuring Alissa White-Gluz " Burning Heart "






0 Komentar