Most Popular

header ads

MADBALL UMUMKAN ALBUM BARUNYA " NOT YOUR KINGDOM " DENGAN MEMPERKENALKAN SINGLE " REBEL KIDS "

MADBALL UMUMKAN ALBUM BARUNYA " NOT YOUR KINGDOM " DENGAN MEMPERKENALKAN SINGLE " REBEL KIDS "

Ada banyak band yang mengaku " hardcore ". Banyak juga yang menjual kemarahan seperti produk supermarket: kemasan garang, foto hitam-putih, hoodie mahal, lalu musiknya terdengar seperti soundtrack iklan energi minuman kaleng. Tapi hanya sedikit yang benar-benar hidup dari kultur itu sendiri. Madball adalah salah satu yang tersisa. Bukan sekadar veteran. Bukan sekadar nama tua yang dipajang demi nostalgia festival. Mereka adalah salah satu fondasi jalanan New York Hardcore yang sampai hari ini masih terdengar seperti bogem mentah ke rahang dunia modern yang makin lembek dan penuh kepura-puraan digital. Dan sekarang mereka kembali dengan album studio kesepuluh, " Not Your Kingdom ". Dari Judulnya saja sudah seperti ludah ke wajah para elit sosial media, politisi plastik, influencer hardcore karbitan, dan semua manusia sok suci yang merasa dunia harus tunduk pada ego mereka. " Not Your Kingdom " bukan judul yang terdengar diplomatis. Ini bukan album untuk orang-orang yang mencari afirmasi emosional sambil menyeruput kopi artisan. Ini adalah soundtrack untuk bertahan hidup di dunia yang makin busuk, makin manipulatif, dan makin kehilangan tulang belakang.

Yang membuat Madball berbeda dari mayoritas band hardcore generasi tua adalah kemampuan mereka bertahan tanpa menjadi karikatur diri sendiri. Banyak band lawas akhirnya berubah jadi museum berjalan: memainkan lagu lama, menjual nostalgia, lalu hidup dari tepuk tangan orang-orang yang sebenarnya lebih sibuk merekam konser lewat ponsel daripada moshing. Madball tidak jatuh ke lubang itu. Mereka tetap terdengar relevan tanpa harus berpura-pura jadi band modern palsu yang mengejar algoritma Spotify atau mencoba memasukkan breakdown metalcore steril demi engagement medsos. Hardcore bagi mereka bukan tren. Hardcore adalah sistem pernapasan ! Hardcore Still Alives !

Freddy Cricien sendiri bahkan terdengar jauh lebih reflektif kali ini. Dan justru di situlah kekuatan " Not Your Kingdom " terasa berbeda. Album ini masih penuh groove jalanan khas New York Hardcore, masih membawa energi boot-to-the-face ala lorong Bronx yang pengap, tapi liriknya terasa lebih personal, lebih getir, dan lebih sadar bahwa dunia saat ini sedang bergerak ke arah yang sangat absurd. Ada rasa lelah melihat kondisi manusia modern yang makin kehilangan empati, kehilangan identitas, dan terlalu sibuk mencari validasi digital daripada memahami realita di depan mata mereka. Single pertama, " Rebel Kids ", langsung menjadi semacam manifesto kecil tentang itu semua. Lagu ini punya semua elemen yang membuat Madball tetap berbahaya setelah puluhan tahun: groove keras, ritme yang memancing kerusuhan kecil di kepala, chorus antemik yang dibuat untuk diteriakkan ramai-ramai sambil berkeringat di venue sempit, dan aura jalanan yang tidak bisa dipalsukan oleh band hardcore cosplay Instagram. Freddy bahkan bilang lagu ini sudah selesai ditulis dua tahun lalu, dan secara tidak sengaja menjadi pondasi emosional keseluruhan album. Lucunya, justru lagu yang awalnya mungkin dianggap " hanya salah satu track " akhirnya menjadi wajah utama album ini. Karena " Rebel Kids " bukan sekadar lagu. Itu semacam pengingat bahwa generasi baru masih punya hak untuk marah. Dan marah itu penting.

Di zaman ketika semua orang takut menyinggung siapa pun, takut dibatalkan internet, takut kehilangan followers, hardcore justru lahir dari keberanian untuk tidak nyaman. Madball memahami itu lebih baik daripada sebagian besar band modern yang terlalu sibuk memoles citra. Mereka masih terdengar seperti anak-anak jalanan New York yang tumbuh dari lingkungan keras, bukan produk hasil focus group marketing. Secara musikal, " Not Your Kingdom " tidak mencoba menemukan ulang roda. Syukurlah. Karena sering kali eksperimen berlebihan hanya jadi alasan artistik untuk menyembunyikan hilangnya identitas. Madball tetap bermain di wilayah groove-heavy hardcore yang mereka kuasai mati-matian. Gitar menghantam pendek dan padat, bass memukul seperti palu beton, dan drum bergerak seperti mesin kereta bawah tanah yang kehilangan rem. Tapi produksi album ini terasa lebih dalam, lebih bernapas, dan tidak sekadar mengejar kebisingan kosong. Proses Rekamannya di The Boneyard Studios Nashville memberi album ini nuansa yang lebih hidup, sementara mixing dan mastering Lee Rouse menjaga semuanya tetap kasar tanpa berubah jadi bubur frekuensi modern yang terlalu steril. Ada grit. Ada keringat. Ada rasa manusia di balik kebrutalan itu. Dan jangan abaikan fakta bahwa Madball sendiri adalah produk sejarah hidup hardcore New York.

Band ini lahir dari rahim Agnostic Front, salah satu nama paling sakral dalam sejarah NYHC. Freddy Cricien bahkan awalnya cuma " adik kecil " Roger Miret yang diberi kesempatan pegang mikrofon di panggung Agnostic Front. Dari situ lahir Madball, Ironisnya, proyek sampingan kecil itu akhirnya tumbuh jadi salah satu ikon hardcore paling konsisten sepanjang era. Mereka bertahan melewati perubahan tren, melewati kebangkitan nu-metal, metalcore, deathcore, revival hardcore, sampai era media sosial yang membuat semua orang merasa bisa jadi pakar musik setelah mendengar dua playlist Spotify. Dan di tengah semua kebisingan itu, Madball tetap terdengar seperti Madball. Tentu saja perjalanan panjang itu tidak mulus. Kepergian bassist lama Jorge " Hoya Roc " Guerra pada 2023 sempat memunculkan banyak spekulasi murahan khas internet. Tapi Freddy merespons dengan cara paling dewasa: tanpa drama berlebihan, tanpa perang ego publik, tanpa podcast penuh air mata. Mereka hanya berjalan ke arah berbeda. Selesai. Dalam dunia musik ekstrem yang penuh drama narsistik berkedok " kreativitas ", sikap seperti itu justru terasa langka.

" Not Your Kingdom " pada akhirnya bukan sekadar album hardcore tua yang mencoba tetap relevan. Ini adalah pengingat brutal bahwa kultur jalanan asli tidak pernah benar-benar mati. Ia hanya tenggelam sesekali di bawah tumpukan tren palsu dan kebisingan industri hiburan. Madball masih berdiri karena mereka tidak dibangun oleh algoritma. Mereka dibangun oleh keringat venue kecil, tulang hidung patah di pit, kaos murah penuh darah, dan generasi manusia keras kepala yang lebih memilih berteriak di depan panggung daripada mencari validasi di kolom komentar. Dan " Not Your Kingdom " terdengar seperti itu: keras, jujur, penuh luka, tapi tetap hidup. Hardcore Still Alive !!!


" Not Your Kingdom " track listing:

01. Tethered
02. Flammable
03. Rebelude
04. Rebel Kids
05. Don't Misstep
06. What Say You
07. Stab Wounds
08. Sunrise
09. Life's A Mural
10. Family First
11, Clockwork
12. IWI
13. The Ride
14. Chase A Dream


Madball is:

Vocals - Freddy Cricien
Guitar - Mike Gurnari
Drums - Mike Justian
Bass - Paul Delaney 

Posting Komentar

0 Komentar