LECHEROUS NOCTURNE BALIK LAGI DENGAN SINGLE BARU " FISSION " UNTUK PERTAMA KALI DALAM 8 TAHUN ABSEN
Setelah lama tenggelam dalam keheningan atau mungkin sibuk mengasah kekacauan di ruang latihan tanpa peduli algoritma media sosial, LECHEROUS NOCTURNE akhirnya muncul lagi ke permukaan. Sejak album " Occultaclysmic " tahun 2018, nama mereka seperti menghilang dari radar banyak orang. Dan di era modern metal yang kalau seminggu tidak upload teaser sudah dianggap " Vakum ", jeda selama itu nyaris terdengar seperti bunuh diri karier. Tapi untungnya, LECHEROUS NOCTURNE bukan tipe band yang hidup dari hype TikTok atau konten reaction YouTube murahan. Mereka kembali dengan single baru " Fission " lengkap bersama video musik via Arson Theory dan dari detik pertama sudah jelas bahwa mereka tidak datang untuk terdengar " lebih ramah ". Ini tetap Technical brutal death metal aka TBDM yang bengis, padat, dan nyaris terasa seperti serangan fisik.
Gitaris Kreishloff Lofgren ( ex-Nile (live) menyebut bahwa materi baru ini kembali terinspirasi oleh " kengerian hidup ". Dan jujur saja, itu terdengar sangat cocok untuk band seperti LECHEROUS NOCTURNE. Musik mereka memang selalu terasa seperti soundtrack dari dunia yang kehilangan belas kasihan, riff teknikal berputar liar, blast beat tanpa napas, dan atmosfer chaos yang tetap punya arah. Menariknya, Kreishloff juga menekankan bahwa musik ini terasa " menyenangkan untuk dimainkan ". Kalimat yang mungkin terdengar ironis mengingat hasil akhirnya terdengar seperti mesin penghancur biologis sedang meledak di ruang sempit. Tapi di situlah identitas mereka: brutalitas yang tetap dimainkan dengan rasa percaya diri, bukan sekadar kompetisi siapa paling cepat atau paling ribet. Lalu masuk komentar vokalis Zach Jeter, yang dengan cukup jujur menggambarkan single ini sebagai materi yang " tidak memberi ampun dan tidak membuang waktu ". Dan memang begitu adanya.
" Fission " tidak memakai intro atmosferik tiga menit untuk berpura-pura dramatis. Tidak ada build-up sinematik palsu. Lagu ini langsung menghantam sejak awal seperti band yang sadar bahwa pendengarnya datang untuk dihancurkan, bukan dipeluk. Ketika banyak band death metal modern sibuk terdengar " berat " lewat produksi steril dan breakdown algoritmik, LECHEROUS NOCTURNE justru kembali dengan kekacauan yang terasa benar-benar hidup. Dan itu penting. Karena technical brutal death metal sering jatuh ke jebakan teknikalitas kosong, musik yang technically impressive tapi emosinya mati. Namun dari apa yang terdengar di " Fission ", Lecherous Nocturne masih mengingat satu hal mendasar: brutalitas terbaik bukan cuma soal skill, tapi soal dampak. Apakah comeback ini akan membawa mereka kembali ke garis depan technical brutal death metal? Belum tentu. Scene sekarang jauh lebih ramai, lebih cepat berubah, dan dipenuhi band yang muncul lalu hilang dalam hitungan bulan. Tapi satu hal jelas: LECHEROUS NOCTURNE kembali bukan untuk mengikuti trend. Mereka kembali untuk mengingatkan bahwa chaos lama mereka masih punya taring dan tampaknya, album baru nanti hanya akan membuat semuanya semakin brutal.
Band yang telah bersama selama hampir 30 tahun ini telah dikonfirmasi untuk tampil di Milwaukee Metal Fest pada 7 Juni, bermain di Hari ke-3 bersama Ministry, John Bush, dan Napalm Death. Lebih banyak tanggal pertunjukan langsung dilaporkan sedang dalam proses. " Fission " adalah single pertama dari " Violust ", materi album kelima LECHEROUS NOCTURNE, yang akan dirilis musim gugur ini. Ini mengakhiri jeda 8 tahun dan menjadi penampilan perdana Vocalis Zach Jeter (Doomsday Revival, Imperium, Nile, Olkoth) di album baru LECHEROUS NOCTURNE nanti.
Ada alasan kenapa LECHEROUS NOCTURNE tidak pernah benar-benar menjadi " nama populer " yang nyaman dikonsumsi publik luas death metal. Bukan karena mereka kurang brutal. Bukan juga karena skill mereka tidak cukup. Justru masalahnya ada pada satu hal yang sering membuat band ekstrem sulit diterima: mereka terlalu tenggelam dalam kekacauan mereka sendiri. Dan anehnya, itu justru daya tarik utama mereka. Secara musikal, LECHEROUS NOCTURNE bermain di wilayah technical brutal death metal yang sangat padat, cepat, dan nyaris tidak memberi ruang bernapas. Tapi berbeda dengan band Origin yang memamerkan virtuoso gila-gilaan lewat sweeping dan ledakan not absurd, atau Hate Eternal yang brutal namun tetap punya keanggunan komposisi, LECHEROUS NOCTURNE berada di area abu-abu yang lebih liar. Mereka cepat, Mereka teknikal Tapi juga terasa kacau dan raw. Tempo mereka sering memiliki pola penekanan snare yang cenderung seragam, minim perubahan dramatis atau gulungan mendadak yang biasanya dipakai banyak band brutal death untuk menciptakan efek naik-turun. Tidak banyak gravity blast hiperaktif atau finger-twisting acrobatics yang sengaja dipamerkan demi membuat pendengar berkata, " wah gila tekniknya. " Dan justru karena itu musik mereka terasa seperti serangan konstan. Tidak ada banyak momen pelepasan. Tidak ada transisi manis untuk membantu pendengar " masuk ". Mereka seperti terus menekan pedal gas sambil membiarkan kendaraan oleng ke segala arah tanpa benar-benar kehilangan kontrol. Aransemen Riff Guitarnya juga menarik dalam cara yang sangat tidak ramah. Riff-riff mereka sering terdengar seperti benturan antara chaos dan teknikalitas, cepat, kasar, penuh noise, tapi tidak memiliki melodi yang mudah dicerna. Ini bukan riff yang langsung menempel di kepala setelah satu kali dengar. Kadang malah terdengar seperti labirin riff yang sengaja menolak dipahami. Banyak band technical death metal modern terdengar seperti sedang audisi sekolah musik elit. LECHEROUS NOCTURNE terdengar seperti sekelompok orang yang mengurung diri di bunker lalu mencoba menerjemahkan paranoia menjadi suara. Dan itu bukan musik untuk semua orang.
Kalau kalian tipe pendengar yang butuh hook cepat, breakdown viral, atau momen " Wow " yang langsung bisa diposting ke media sosial, band ini jelas bukan jawabannya. Mereka tidak menambahkan ornamen aksesibel untuk mempermudah jalan masuk. Tidak ada usaha terdengar ramah. Tidak ada niat membuat chaos mereka lebih mudah dikonsumsi. Akibatnya, dari sudut pandang kritis, musik mereka memang bisa terasa kurang menarik dibanding raksasa genre lain. Mereka tidak punya kemewahan teknikal ala Origin, tidak punya identitas monumental ala Hate Eternal, dan tidak punya gimmick modern untuk menarik perhatian generasi streaming. Tapi justru di situlah pesona aneh mereka hidup. LECHEROUS NOCTURNE adalah jenis band yang bekerja seperti ujian kesabaran bagi pendengarnya. Musik mereka seperti " Anjing liar ", kasar, sulit dikendalikan, kadang membingungkan, tapi punya karakter yang terlalu unik untuk diabaikan begitu saja. Dan bagi para penyelam dalam skena death metal ekstrem, itulah kenikmatannya. Karena tidak semua musik brutal harus langsung dimengerti. Kadang, yang paling memuaskan justru musik yang memaksa kalian tersesat dulu sebelum akhirnya memahami bentuk kekacauannya.






0 Komentar