Most Popular

header ads

WALLS OF JERICHO SIAP RILIS DEBUT ALBUM BARU " SYSTEM ERROR : HUMANITY " 13 NOVEMBER 2026 VIA NAPALM RECORDS !

WALLS OF JERICHO SIAP RILIS DEBUT ALBUM BARU " SYSTEM ERROR : HUMANITY " 13 NOVEMBER 2026 VIA NAPALM RECORDS ! 

Unit hardcore metal fenomenal dan  berpengaruh Walls of Jericho akan merilis album baru pertama mereka dalam lebih dari satu dekade musim gugur ini. Album penuh baru ini berjudul " System Error: Humanity " dan dijadwalkan rilis pada 13 November 2026 melalui Napalm Records, yang juga merilis album terbaru grup ini, No One Can Save You from Yourself pada tahun 2016. " "System Error: Humanity" digarap oleh Kurt Ballou (terkenal dari Converge) bersama Zach Weeks dan menampilkan mastering oleh Nick Townsend (Nails, Full of Hell). Selain itu, album ini menampilkan penampilan tamu dari Randy Blythe (Lamb of God) dan Guy Kozowyk (The Red Chord).

Walls of Jericho - System Error : Humanity

01. True Til' Death
02. Beginning
03. The Flame
04. The Ascent
05. Broken Mouths Can't Speak (feat. D Randall Blythe)
06. Untouchable
07. Rise
08. Agency
09. Unchained
10. The End Before
11. Humanity (feat. Guy Kozowyk)
12. Borrowed Ground
13. Last Judgement
14. A Brighter Fire (feat. Patsy Puopolo, Matthew Ruby)
15. The Reckoning



Kancah global metalcore modern sering kali sibuk menjual kemarahan dalam kemasan steril riff dipoles, breakdown diprogram, lalu dipasarkan seperti produk gaya hidup. Di tengah industri yang semakin nyaman menjadi algoritma, Walls of Jericho kembali mengingatkan bahwa kemarahan sejati tidak pernah lahir dari studio yang terlalu bersih, melainkan dari luka sosial yang terus membusuk. Setelah lebih dari satu dekade tanpa album baru, legenda hardcore/metal asal Detroit akhirnya kembali melalui System Error: Humanity, yang dijadwalkan rilis 13 November 2026 lewat Napalm Records. Album ini menjadi penerus " No One Can Save You From Yourself " (2016) sekaligus deklarasi bahwa usia tidak pernah menggerus naluri predator sebuah band yang sejak " The Bound Feed The Gagged " (1999) dan " All Hail The Dead " (2004) telah membantu membangun fondasi metalcore modern jauh sebelum genre ini menjadi komoditas fesyen.  Di balik konsol produksi berdiri Kurt Ballou, arsitek kebrutalan dari Converge dibantu Zach Weeks, sementara mastering dipercayakan kepada Nick Townsend, sosok di balik dentuman sonik Nails dan Full of Hell. Hasilnya bukan sekadar produksi bersih, melainkan rekaman yang berhasil menangkap amarah panggung Walls of Jericho tanpa mengikis karakter liarnya sedikit pun.

Sejak pembuka " True Til' Death ", Candace Buckingham langsung mengaum seperti sirene perang yang tak pernah kehilangan taring. Vokalnya tetap menjadi salah satu senjata paling mematikan dalam sejarah hardcore modern: brutal, penuh otoritas, sekaligus terdengar seperti manifesto yang diteriakkan dari tengah reruntuhan peradaban. Lagu-lagu seperti " The Ascent " dan " Untouchable " membangun atmosfer sesak melalui disonansi dan riff-riff yang mencabik ruang bernapas, sementara " The Flame " serta " Agency " melesat dengan energi thrash yang menghantam tanpa kompromi, dipenuhi solo dan riff padat yang menolak memberi kesempatan pendengar untuk sekadar berdiri diam. namun kekuatan terbesar album ini tidak hanya berada pada agresinya. System Error: Humanity memosisikan kemarahan sebagai bahasa perlawanan, bukan sekadar estetika. Melalui " Agency ", " Borrowed Ground ", hingga " Last Judgement ", Walls of Jericho berbicara tentang hak asasi manusia, penguasaan kembali atas hidup, penentuan nasib sendiri, dan keberanian melawan sistem yang mengubah manusia menjadi angka statistik. Di tangan mereka, hardcore kembali menjadi medium kritik sosial, bukan sekadar soundtrack moshpit.

Kolaborasi bersama Randy Blythe (Lamb of God) di " Broken Mouths Can't Speak " menghadirkan duel vokal yang terdengar seperti dua tank tempur saling menghancurkan tembok terakhir kepura-puraan. Sementara Guy Kozowyk (The Red Chord) memperbesar intensitas " Humanity ", mengubahnya menjadi ledakan groove penuh kekacauan yang nyaris tak memberi ruang bagi tulang rusuk untuk tetap utuh. Menjelang akhir, " A Brighter Fire " menawarkan napas panjang yang muram sebelum " The Reckoning " menutup album dengan energi apokaliptik dan breakdown yang cukup brutal untuk mengirim barisan paling depan langsung ke ruang praktik dokter gigi. " System Error: Humanity " bukan nostalgia yang dipoles demi menjual nama besar masa lalu. Ini adalah pengingat pahit bahwa dunia belum menjadi tempat yang lebih baik, sehingga musik seperti ini masih sangat dibutuhkan. Walls of Jericho tidak datang membawa solusi instan, tetapi mereka mengajukan satu pertanyaan yang jauh lebih mengganggu: jika manusia adalah penyebab utama kerusakan sistem, apakah kita masih cukup berani menjadi bagian dari perbaikannya? di era ketika banyak band berlomba terdengar aman demi algoritma, Walls of Jericho justru memilih tetap menjadi ancaman. Dan mungkin, ancaman seperti inilah yang paling dibutuhkan metal hari ini.



Walls of Jericho 2026

Candace Buckingham - Vocals 
Bobby VaLeu - Guitar
Kyle Gailey - Guitar 
Chris Towning - Guitar
Aaron Ruby - Bass 
Dustin Robert - Drums 

Posting Komentar

0 Komentar