Searching...
9.05.2013
Massacra - Final Holocaust 1990

Massacra - Final Holocaust 1990






















Massacra - Final Holocaust
Shark Records 1990

01 Apocalyptic Warriors 05:24      
02 Researchers of Tortures 04:01      
03 Sentenced for Life 05:12    
04 War of Attrition 04:46      
05 Nearer to Death 05:33      
06 Final Holocaust 05:39    
07 Eternal Hate 03:24    
08 The Day of Massacra 05:46    
09 Trained to Kill 04:13    
10 Beyond the Prophecy (CD bonus track) 03:21


Pascal - Bass, Vocals
Fred "Death" Duval - Vocals, Guitars
Jean - Guitars
Chris - Drums


Historically-important as a transitional album from thrash to death, Massacra's Final Holocaust is definitely one of the most underappreciated albums in metal. Though its influence may have been minimal, there's no doubt these Frenchmen were very much in the thick of things, taking the example set by Slayer and Latin thrash and turning it up to eleven, urging along death metal like a midwife delivering the Son of Satan. MASSACRA bisa menjadi salah satu Band Legendaris untuk Scene Perancis, coz geliat band ini sudah terdeteksi sejak tahun 1986 di Franconville, Île-de-France oleh Almarhum Frontman Gitaris dan vokalis Fred "Death" Duval yang sebelumnya tahun 1995 an dikenal juga merupakan mantan member Zero Tolerance sebagai Vokalis, Massacra sendiri menghembuskan nafas terakhirnya pasca wafatnya Fred "Death" Duval pada tanggal 6 Juni 1997 karena Kanker Kulit yang diidapnya. memorable banget bagaimana era kejayaan band ini sangat mempengaruhi perkembangan metal di scene Perancis hingga saat ini. dengan konsep Death/Thrash pada awalnya yang kemudian sejak 1994 hingga band ini menutup karir-nya berkembang menjadi Groove Metal yang enerjik. album " Final Holocaust " sendiri menjadi Album pertama klasik Mereka yang oleh beberapa media Metal disebut sebagai salah satu album berpengaruh dalam perkembangan musik cadas, khususnya di Scene Perancis. setelah mengenalkan diri melalui 3 demo-nya sejak tahun 1987, nama Massacra secepat kilat melambung dan populer di Kancah metal Internasional, sehingga album perdana ini seperti menjadi Gong pertama mereka bergema di Industri Musik Metal yang mulai tumbuh pesat era 90-an awal. album yang materinya merupakan perbaikan dan pematangan beberapa materi demo sebelumnnya, Album pertama ini langsung di mulai dengan " Apocalyptic Warriors " termainkan Intro yang begitu kolosol tentang Upacara kebangsaan Negara selama 35 Detik, Massacra langsung tampil cepat dengan Gaya Death/Thrash dengan konsep yang masih Old School banget style-nya. dengan gaya bermain ala Merciless, Deadhead, Thanatos, Sadus hingga Necrophobic, Sentuhan kuat ala Slayer lama masih begitu melekat dalam aransemen lagunya. masih menggunakan sistem rekaman analog, kita benar2 akan merasakan skill dan talenta band ini yang sesungguhnya banget, elo bisa merasakan juga bagaimana permainan drummer Chris yang sudah lumayan tampil enerjik walau level Double Bass-nya terasa kurang begitu powerfully sehingga tendangannya terasa ringan dan Adem ayem aja deh :) , Serangan Thrash Riffing yang mulai terkontaminasi dengan gaya Death Metal style digeber dengan cukup ganas oleh Frontman Fred "Death" Duval sambil cuap cuap dibantu oleh bassis Pascal rupanya cukup mewakili Karakter Death/thrash Massacra. " Researchers of Tortures " Masih terus mendera dengan siksaannya, starts off with mass blast beats and traditional death metal like guitars. After about 40 seconds the death metal style guitars mutate into a thrash symphony which is very, very well executed. The brilliancy about this band is that they somehow manage to integrate so many riffs into one song while somehow managing to always find it back to their central motif. For every point one guitarist makes the other guitarist integrates a counterpoint to technical perfection. While this album is extremely technical it almost seems as though it comes naturally and with little effort. The power chord riffing on this song is absolutely awe-inspiring. dengan gaya Sound yang masih " Miskin " kadar Metal-nya, ini sudah menjadi langkah maksimal mereka menciptakan elemen distorsi yang kental, dan bisa kita maklumi perkembangan sound era 90-an awal tentu ga se sempurna saat sekarang, tapi tentunya kita juga salut aja kalau di era tersebut banyak band metal saling berlomba menciptakan sound metal yang lebih mengerikan lagi. Karakter Vokal Death Metal klasik ala Pestilence, Gorguts ampe Martin Van Drunen memang menjadi trend Vokal Death metal yang berkembang pesat kala itu. penulisan lirik yang bagus terekflesikan pada setiap bait-nya dengan cukup cerdas pada masa itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Massacra untuk bisa menciptakannya. walaupun masih terus mencari konsep yang tepat di album ini Massacra lebih banyak melakukan beberapa aransemen yang dinamis sehingga beberapa media menilai karya pertama ini lebih terdengar sebagai teknikal album, yah memang butuh beberapa kali dengar untuk bisa mencerna konsep yang ditawarkan dengan sebenarnya. " Sentenced for Life " biarpun lebih terdengar keras pada beat-nya, namun beberapa kali masih bisa kita rasakan Headbanger Riffing ciamik yang mengingatkan banget gw ma kemegahan Era album " Agent Orange "nya Sodom ! ditangani semuanya oleh Produser dan enjiner Uli Pösselt, Sepertinya rekaman Raw klasik Death/Thrash ini akan sangat dirindukan di era sekarang ini, bagaimana proses perjalanan Perkembangan sound itu berawal hehehehe ... dan sampai kapanpun Sejarah Scene perancis akan tetap mencatat " Final Holocaust " Massacra ini sebagai salah satu Masterpiece Museum dalam Musik Metal Movemen negeri Fashion ini. tersaji dalam durasi total 47:19, Massacra mempersembahkan Hingar bingar awal Perjalanan Musik Death/Thrash metal yang inovatif dan meninggalkan banyak kenangan setelah membubarkan diri tahun 1997 semenjak kepergian tak tergantikan Vokalis/Gitaris Fred "Death" Duval . It seems to me that they utilize more death metal elements than thrash, but the thrash is definitely present on every song. But they do slow the tempo down sometimes to great effect with the classical soloing. While all of the songs are similar, Massacra is talented enough at creating a dynamic song structure to keep the songs interesting. Overall, there are no complaints that can be made about this masterpiece. Massacra blends the best of death metal and thrash on "Final Holocaust" flawlessly, and it shows. So, if you have not yet experienced the brilliance of France's finest, Massacra, then you need to remedy that ASAP. After you have listened to this, it will eventually become a constant staple of your regular listening !!

0 komentar: