Searching...
9.07.2014

Maltreat Deafen - Perpetual Ruination CD 2014


























Maltreat Deafen - Perpetual Ruination
Fresh Blood Management CD 2014

01 Intro 01:42    
02 From Fire Into Hatred 04:59      
03 Lepas Kendali 03:39      
04 Pemangsa Gila 03:32    
05 This Is Hell 05:10    
06 Terapi Depresi 05:03      
07 Outro 01:28    
08 Lepas Kendali 03:21      
09 Pemangsa Gila 03:34


Awal kali menyebut nama Maltreat Deafen tentu bayangan pertama adalah sebuah nama baru, namun Konspirasi tersebut sedikit ada benarnya, Meski mengusung nama baru, sebenarnya Maltreat Deafen adalah perjuangan berlanjut dari nama Awal sebagai Sarcastic ! Band Brutal Death Metal yang muncul pada era 90-an Pekanbaru ini yang membubarkan diri yang kemudian beberapa Ex. Member-nya bereinkarnasi dengan Nama dan Semangat baru selanjutnya sebagai MALTREAT DEAFEN ! Seperti yang gw gadang2 sebelumnya jika Scene Death Metal tanah air semakin hari kian Mengerikan aja Eksistensi-nya Di Asia Tenggara yang kemudian Banyak dilirik oleh Mata Internasional, Well This Is Indonesian Death Metal Awesome Movement ! Meski sudah Mulai terbentuk Tahun 2002, Kiprah Band ini Baru serius dimulai sejak merilis Single " Lepas Kendali " ditahun 2010 yang kemudian disusul dengan " Promo 2014 " yang kemudian mengantarkan Mereka Teken Kontrak dengan label Tangerang, Fresh Blood Management untuk kemudian Mewujudkan Mimpi Band menjadi nyata dalam sebuah Full Album paling mereka nantikan sepanjang Karir Bermusik-nya, " Perpetual Ruination " adalah Mimpi Buruk bagi Death Metal Fans Dinamis yang menyukai Typical Karakter Defeated Sanity, Deeds Of Flesh, Dying Fetus, Monstrosity serta Suffocation. Dengan Sound serta Musikal yang menyita banyak perhatian, Serangan membabi Buta Praktis ini siap Menjagal Pendengarnya dengan Menyiksa Indera Dengar menjadi Tuli (Baca : Maltreat Deafen = Menganiaya hingga Tuli .ed ) memang pilihan nyata yang ingin mereka sampaikan di " Perpetual Ruination ". Komposisi Musik Death Metal yang Rancak siap menguras Konsentrasi serta decak Kagum tersendiri. in the midst of Our frustration and desire to believe, this God answered my prayers most graciously While technicality isn't exactly a musical quality to find admirable will acknowledge that it is present here and that this album is a fair bit more complex and intellectual than most brutal death metal bands ever will be !!!

Awal Penyiksaan pertama dengan sebuah Foreplay Intro yang kemudian adalah Sajian Instrumental Track dengan sigap langsung Menghajar Ruang dengar Kita dengan sajian Part Yang cepat serta dinamis, dari sini aja Kita sudah dibikin terpana dengan Komposisi serta Sound yang mereka Tawarkan, sebuah Komposisi Death Metal Dinamis yang kompak menyerang dari segala Penjuru dan disambung dengan Siksaan Full selanjutnya " From Fire Into Hatred " semakin menyerang tanpa ampun dengan aransemen Buas-nya. certainly better than a grand majority of the ones I hear from technical brutal death metal bands in that they at least attempt to retain some semblance of creativity instead of simply playing hackneyed melodies and forced chugs over the lower strings. Seketika memang Sound serta Style-nya Band mengingatkan Keganasan Band Teknikal Brutal asal Jerman, Defeated Sanity (Especially for Some Guitar & Drumming Sounding) dan kemudian coba di Akumulasikan dengan Teknik bermain dari Old Deeds Of Flesh era " Gradually ... ", Groove Standing Dying Fetus serta warna Kecil NYDM sekelas Suffocation coba mereka lebur menjadi Komposisi yang lebih Menggigit ! Kerja Keras Gitaris Nicko dengan Drummer Goree Murind paling banyak menyita perhatian dengan Komposisi Manjur racikan Death metal yang lebih matang dari Pengalaman lama yang menjadi Idealis yang Mendarah daging, dan Kerennya lagi, Kualitas Recording-nya yang selain " Horrific ", juga tidak banyak mendapat Polesan Digital Edit pada Sound Drumming-nya yang terdengar sangat " Manusiawi " Sekali, sehingga kita seperti mendengarkan sendiri Band ini saat berada di atas panggung, ketukan Hyperblast Snare-nya serta beberapa Roffle-nya bener2 Masih " Alami " dan Stabil dengan Metronome running-nya, Good Work sekali untuk Drummer Goree Murind ! selain itu Aransemen Lick Riffing Gitaris Nicko juga Piawai menciptakan Harmonisasi yang Match dari Bar ke Bar-nya sehingga kerap Menciptakan Struktur Riff cerdas melalui beberapa sentuhan Old School Style yang masih menjadi Pengaruh terkuat-nya mengiringi Konseptual yang lebih terasa Modern-nya. it's almost guaranteed that these riffs are pretty damn good, so it's a shame that they can't be heard very well, The guitar tone also rids the music of any chunkiness faceless warbling which wears on the listener extremely quickly. kemudian Menurut Gw masih ada Sedikit Kekurangannya, Karakter Vokal Donny Suiza masih " belum " melengkapi sempurna Karakter yang di usung Maltreat Deafen, Kualitas Growling-nya terlalu Ringan untuk Mengisi Komposisi Musikal, en terkesan datar-datar saja, menurut Gw Karakter Low Pitch Growl yang lebih Emosional akan lebih semakin menciptakan kesan Mengerikan. Siksaan Mematikan selanjutnya " Lepas Kendali " adalah sentuhan Lain dari gaya Old School Death Metal dengan sentuhan Kental Modern en kemudian berjalan Beriringan menjadi Pattern Brutallity yang semakin liar ! Terasa ini adalah bentuk Karakter matang yang telah melalui Proses Pematangan berulang ulang, I was ever in the mood to listen to some sort of "intellectual" brutal death metal I would pick this over a boatload of other things, despite the fact that it's really not that great in the grand scheme of things. Begitu juga " Pemangsa Gila " tetap melanjutkan Emosional " Lepas Kendali ", semakin terasa pula Sound serta Style yang mengingatkan banget Gw dengan " Psalms of the Moribund " nya Defeated Sanity sekali. where Some licks and pocket grooves are more easily audible than on the debut and bring about enough midrange and clear oomph to stop the guitar sound from being overwhelming. Kemudian berturut turut lebih kejam Menyiksa dengan " This Is Hell " dan " Terapi Depresi " adalah Komposisi Maksimal dengan Durasi Track yang lumayan Panjang menyengatuntuk Maltreat Deafen melancarkan enerji serta Agresi Musikal-nya. dan sekali lagi Band ini telah berhasil menghadirkan kembali Karakter Old School Death Metal yang begitu kuat dalam komposisi-nya disaat Trend Booming Modern Menghadang, selain Memang aroma kuat Defeated Sanity, Gw rasakan pula Sentuhan Kuat Monstrosity era " Imperial Doom & Millenium " sekali pada progres Riffing Nicko, Yupz Florida Death Metal 90-an adalah Karakter Kuat dimana Maltreat Deafen harus Seperti Nyaman terjebak didalamnya. instead of perhaps distracting from the song structure and heaviness actually contributes to it by making the music deeper and more challenging. Kemudian pada Bagian Akhir Track, ditambahkan 2 Track yang dicomot dari Materi Demo-nya ( Lepas Kendali & Pemangsa Gila ) menawarkan Sound yang Berbeda dari sebelumnya, karena memang direkam di Tempat yang berbeda pula ..... dan ..... Karakter Vokal didemo inilah yang Gw rasa " Lebih " Pas sekali untuk Maltreat Deafen, More Crunchy & Low Growl Powerfully yang di isi sendiri oleh Drummer Goree Murind. an atmosphere that has been lost to most death metal, not to mention the brutal variety overall sense for accents hi-hat tapping and sizzling in fucking death metal !

Sebuah Karya Matang serta Berkualitas memang siap kembali menorehkan Konsentrasi Baru untuk Dunia luar sana melirik Potensi Mengerikan Indonesian Death Metal Scene ! Melewati Proses panjang serta banyaknya pembelajaran adalah Teori Mutlak sebuah Masterpiece akan tercipta meski Masih menyisakan segala Kekurangannya adalah bentuk Tantangan kecil Berarti selanjutnya untuk Terus mengejar sebuah Kesempurnaan. didukung dengan Produksi serta kemasan yang lebih memanjakan Para Death Metal Kolektor. Kemudian masih ada banyak Harapan untuk disandarkan kepada Maltreat Deafen untuk tetap ditunggu Rilisan mendatang-nya lengkap dengan kejutan mengerikan yang mereka Tawarkan didalamnya. Fans Berat Death Metal Dinamis ala Defeated Sanity, Monstrosity, old Deeds Of Flesh hingga Suffocation style tentu akan sangat Menikmati Kedasyatan debut keren dari Pekanbaru ini.  the brutal chug and groove Despite being played on few strings the riffs are far more complex than one would imagine will gradually speed up while all of the instruments stay in synch like a flock of birds shifting in the wind, or a school of fish changing direction simultaneously. These gradual shifts in speed are almost imperceptible unless you are listening closely.








0 komentar: