Searching...
10.29.2014
Muntah Darah - From Bastard to Bastard EP 2014

Muntah Darah - From Bastard to Bastard EP 2014


























Muntah Darah - From Bastard to Bastard
Grundar Production EP 2014

01 Borneo Grind Hunter (Intro)
02 Mentality Bastard
03 Oppa Grindcore Style
04 Joget Grindcore
05 Pantat Pemerintah
06 Protest
07 Antara Dara Dan Maruah
08 Penyembah Setan Yang Baik
09 Protokol Anjing
10 Pencuri Selipar
11 Say No! Bonus Track
12 Kurangkan Harga (Bonus Track)
13 Marco The Happy Man (Bonus Track)


Awal Mendapatkan CD Muntah Darah ini gw sempat beranggapan kalo band ini asal Indonesia, Tapi Akhirnya Gw salah saat Membuka Booklet Cover CD-nya hehehe ... Kalo Staright old school grindcore assault ini ternyata dari North Borneo Grind Hunter, Malaysia yang menjadikan " From Bastard to Bastard " menjadi Debut Mini CD pertama-nya. sebagai salah satu Fans Grind Ngebut sejak Dulu, Gw sangat menikmati hampir semua elementasi Musik Penghancur ini. Dengan Imej Band Misterius lengkap menggunakan Topeng-nya, Muntah Darah bisa jadi adalah Band Funny Grindcore yang cukup Idealis dengan Karya-nya. sejak Meledak Awal dengan " Mentality Bastard " Aroma Kuat Magrudegrind, Old Napalm Death, Nasum, Terrorizer, Damokis, Excreted Torture, sampai Wormrot sudah lebih duluan gw tangkap Aroma-nya. Serbuan Grinding Snare Beat Nakal menjadi Luapan emosional 4 Pria Misterius bertopeng ini untuk Berteriak Sesuka Hati mereka larut dalam Hantaman keras Musik yang cepat. it’s a Energic performance, taking as much from Punk/Hardcore as it does from grindcore, with tons of drum rolls really adding to the energy of the track. Without relying solely on blastbeats, it makes it all the better to hear such a varied and interesting approach. Lirik-lirik Sederhana yang hanya ditulis dalam beberapa Bait saja cukup menjadi Amunisi Emosional terhadap keadaan yang Menginspirasi setiap Kejadian meski Eksplanasi Ringan akan bisa kita Cerna Tujuannya, kecuali beberapa Titel yang bikin Gw harus mengeryitkan Dahi untuk Memahami Makna Katanya hehehe, Seperti " Joged Grindcore Oppa Grindcore Style, Pencuri Selipar atau Penyembah Syaitan yang Baik ", Meski dengan Akronim Khas yang Melayu Banget serumpun dengan Tanah Air Kita, namun ini Gw artikan sebagai Bentuk Joke dari band saja. Unik banget Pas " Joged Grindcore " gw membaca Lirik-nya, ada Kata " Dansa Bersama ", Meski Istilah yang digunakan kurang begitu Match dengan Genre ini, Mungkin hanya sebuah Sinonim Kata saja bagi mereka yang tetap memiliki arti yang sama untuk " Enjoy " bersama. Gw berani Jamin untuk menikmati Hajaran Keras Mereka diatas Panggung, Emosional kita pasti akan langsung tersulut untuk melakukan Kegilaan dengan Moshpit atau Stage Diving diantara Audience, Karena memang Ideal Musikal yang diusung ini adalah sebagai Pembakar Adrenalin Mosphit Area ! Secara Kompositif, Skill masing-masing member harus terasah lagi untuk lebih berani menciptakan Aransemen yang Sinting dan menjadi perhatian gw adalah Kualitas recording materi ini sebenarnya udah cukup mumpuni untuk dinikmati, cuman masalah Kurang Balance Sound-nya akhirnya sedikit mengganggu Konsentrasi Gw sangat mendengarkannya, dimana Level Bass Drum masih terdengar " Mentah " selain menampilkan sisi Low sound-nya, sehingga begitu Hypersnare dimainkan, Otomatis Instrumen lainnya harus rela tenggelam level-nya meskipun Karakter Grindcore masih " Sah " saja dengan elemen sound yang Raw, tapi adakalanya Telinga Kita makin pengen dimanjakan dengan Teknologi yang mumpuni saat ini. Hiburan yang menarik tentunya saat Kita sedang Kalut dan ingin melepaskan Penat yang ada diotak melalui sajian Grinding beat yang Hingar Bingar tentunya. was a thrashy, fun affair with violence aplenty.  they've subtly slipped some Crust/grind-esque tempo changes and structures into the mix, with the result being the most raging everything still sounds extremely raw - the aural equivalent of a rusty hacksaw. take the crown of grindcore really soon as they rip away through the legions of Punk/Hardcore/grind with their primal and punkish, 80’s style grindcore. The way it’s supposed to be!







0 komentar: