Searching...
3.05.2015
Blasphemous - Entrails Spilled Out in Chainsaw EP 2015

Blasphemous - Entrails Spilled Out in Chainsaw EP 2015



























Blasphemous - Entrails Spilled Out in Chainsaw
Brutal Mind EP 2015

01 The End of Humanity 03:22    
02 Slamming Head to Splatter Brain Dead 03:58    
03 Entrails Spilled Out in Chainsaw 02:39    
04 Bunuh Penggal Mutilasi 03:00    
05 Dead Body Covered in Blood 02:48


Mengenal Nama BLASPHEMOUS tentu bukan hal yang baru, Karena salah satu Pioner Death Metal Band kebanggan Kendal Scene ini sudah gw kenal sejak tahun 90-an dengan Progres musikal awal sebagai Brutal Death/Grind di 2 Demo dan 1 Album " Burned in Hell " tahun 2003 gw kehilangan Lost Contact saat band ini dilanda Masa Vakum karena kesibukan Member-nya. Tahun 2012 Secara Mengejutkan kemudian Blasphemous Reunian kembali dengan mengusung Konsep Barunya sebagai " Slamming Brutal Death Metal " sejak tahun 2012. Masih mengusung wajah2 lama, Band ini menawarkan Komposisi yang lebih Fresh dan berani lagi. Membawa sentuhan Slamming Guttural Kuat In The Vein Devourment, Cephalotripy serta Cerebral Incubation telah menjadi Spirit Serius bagi mereka untuk kembali berkarya, dan Puncaknya adalah Muncrat-nya sperma pertama EP " Entrails Spilled Out in Chainsaw " menjadi Histori tersendiri sejak pergeseran Musikal signifikannya Blasphemous ! The guttural vocals are generally very deep, dry and have a lot of low end, the drums are usually constantly blasting mid-tempo behind the slam riffs, Inexplicably, very few bands use the loud, undistorted, crystal-clear guitar tone exhibited on this release, but Blasphemous with this guitar tone invariably end up becoming staples of my listening habits. en yang paling menjadi daya tarik sendiri adalah Sound Drumming yang Lebih Natural disaat Perkembangan Sound banyak menuntut Karakter Hybrid sound menjadi sebuah Perfeksionisme-nya. sehingga apa yang Gw denger di EP ini tentu akan menjadi Hal yang " real " bagaimana gw menikmati aksi panggung mereka.band has one goal in mind, and that is to write brutal, superficially-gory songs with lots of slams.

Menjawab rasa penasaran dengan Statemen Gw diatas, Kita langsung coba mendengarkan " The End of Humanity " yang dimulai dengan Intro Gore Serial Killer Theme sudah tentu menjadi Karakteristik Genre ini. di menit pertama Gempuran Slamming Brutal Death Metal yang terasa Gahar sedang terjadi,  The production does a good job of emphasizing what it should; the guitars are nice and thick and the snare drum is very prominent. The vocals don't overtake the music, and at no point is the listener in danger of being able to make out a word and become distracted from the music ! meski tidak banyak melakukan Variasi-variasi yang Mencuri perhatian, Komposisi Dramatis Blasphemous lebih menekankan pada Headbang Attitude, Sehingga kita seperti terbenam terus dalam Buaian Slammin Groovy Part yang Catchy meski lama2 mengundang Boring, namun Skill berani mereka cukup menghancurkan anggapan tersebut, they were a bit less, erm, retarded and worked with a lot more dynamics. The production job is essentially identical: thick as all fuck, heavy and extremely dark. The guitars are somewhat buried, with most of the Harmony coming out in the form of very hazy, crunchy fuzz. Depth Sound Riffing Gitarnya yang distortif seakan membungkap letupan letupan Hebat dengan Sentuhan yang terasa lembut. Pukulan Drummer Danang D Pegydra Sangat Gw nikmati Intonasi Power-nya yang masih begitu " Natural ", sehingga Ketukan yang terkadang Naik Turun menjadi persepsi tersendiri jika ini memang menjadi Karakter Menghajar drum seorang Danang D Pegydra sementara Deep Guttural Gurgling-nya semakin melengkapi Konsepsional Blasphemous. breakdowns with nothing even remotely resembling a Slamming riff to be found, but the pace never really relents or dramatically shifts like a lot of Brutal Death Metal tends to. Even the blast beats and gravity rolls feel strangely slowed-down and chilled so as not to disrupt the transition of momentum. It's actually a pretty cathartic listen, considering how retardedly brutal it is - one thing I've noticed is that this album works maximum as music to exercise to, since it never actually "slows down" as well. Agak memberi Kesan " Berbeda " mungkin pada track " Slamming Head to Splatter Brain Dead " dimana Drummer Danang D Pegydra memberikan Sentuhan Solo Gitar dimenit ke 3, sebuah sentuhan yang begitu Old School Death Metal Banget telah memberi Polesan yang berarti untuk Track ini, kebayang ga Jika Devourment digabung dengan Obituary? Nice Little Touch Danang ! Memenggal Track Berikutnya adalah " Bunuh Penggal Mutilasi " memang lebih sesuai dengan Karakter yang Blasphemous Hadirkan, It’s incredibly down tuned and slams you in the face like a body bag being thrown at you out of nowhere. The rhythm always kept me interested. One moment there’d be an insane breakdown, the next there would be a fast blasting section. diakhiri dengan Ketukan Powerfully " Dead Body Covered in Blood ", Blasphemous mengakhiri Pembantaian Keji-nya. This is one of the few occasions where I actually considered pig squeals to be brutal The combined assault of these insane guttural vocals and the sick breakdowns makes this album brutal as all hell.

Cukup dengan 5 Track berdarah bagi Blasphemous Menawarkan Agresi musikal Keji-nya, Especially buat Fans Berat Devourment era " Molesting The Decapitated " ditambah Bumbu Gurih Cephalotripy serta Cerebral Incubation membuat suguhan Slamming Brutal Death Metal yang makin renyah ! Makin terapresiasi dengan Kombinasi Depth Heavy Low Tune Riffing, Guttural Vokill serta Natural Drumming membuat EP " Entrails Spilled Out in Chainsaw " adalah Persembahan eksistensi Konsep Baru Blasphemous ! Artwork Gory Menarik dari Sidjimbe menambah Imej Album ini menjadi semakin berbahaya for True Slammer yang masih mengidamkan Kekuatan " Berbeda " nya. The riffs are completly forgettable and unnoticeable, but the constant slams in this department will keep you interested. And I mean that seriously, the slams are definatly a good thing here. immediately comes to mind Such a shame that the bass has become under-emphasized in brutal death metal.







0 komentar: