Searching...
11.03.2013
Kataklysm - Waiting for the End to Come 2013

Kataklysm - Waiting for the End to Come 2013




















Kataklysm - Waiting for the End to Come
Nuclear Blast Records CD 2013
http://www.kataklysm.swizcorp.com
http://www.myspace.com/kataklysm
http://www.facebook.com/kataklysm
http://www.reverbnation.com/kataklysm
http://twitter.com/kataklysmband
http://www.youtube.com/user/kataklysmrocks
http://www.bebo.com/Kataklysm
http://www.bebo.com/Kataklysm
kataklysm1@gmail.com

01 Fire 05:27      
02 If I Was God - I'd Burn It All 04:38      
03 Like Animals 03:27      
04 Kill the Elite 04:17    
05 Under Lawless Skies 03:29      
06 Dead & Buried 03:12      
07 The Darkest Days of Slumber 03:52      
08 Real Blood - Real Scars 04:32      
09 The Promise 04:28      
10 Empire of Dirt 03:46      
11 Elevate 03:56


Maurizio Iacono - Vocals
Jean-François Dagenais - Guitars
Stéphane Barbe - Bass
Olivier Beaudoin - Session Drums


Mungkin Fans Canadian Nothern Hyperblast Terbaik yang tidak sedasyat album2 Pertama mereka dan sebagai Puncaknya menobatkan full ke-2 " Temple of Knowledge (Kataklysm Part III) " sebagai album Kataklysm terbaik dan tersadis sepanjang Masa ! namun entah kenapa pada Progres musik selanjutnya Konsep band ini tidak se meledak meledak sebelumnya, bahkan cenderung bergaya Melodic Death Metal ? walau masih menyimpan beberapa kekuatan Hyperblast-nya, Kataklysm dianggap menjadi kurang begitu Menendang mulai album " Victims of This Fallen World " sampai dengan " Heaven's Venom " Tahun 2010. tapi jangan kaget banget begitu mendengarkan materi Gress mereka di " Waiting for the End to Come ", meskipun tidak menawarkan sajian sebengis " Temple of Knowledge (Kataklysm Part III) ", setidaknya album ini akan memberikan pukulan telak mematikan dengan sajian musik yang terasa " Lebih Cepat " dan " Ganas " dari sebelumnya. Gw aja yang pertama mendapatkan CD ini mesti harus kaget begitu mendengar Track Pertama " Fire ", meski dimulai dengan gaya Solo Distorsi Gitar dengan Nuansa Epic dan Melodius seperti konsep2 sebelumnya selama 40 Detik, terperanjat kaget jika setelah itu sambutan menggetarkan Hyperblaster seakan memenuhi Ruang Dengar kamar Gw menjadi Porak poranda seketika dengan Sambutan Elemen Jahat Ngebut-nya, Waowwwwwwwwwww !!!! Usut punya usut Kataklysm menampilkan Drummer Baru-nya, Olivier Beaudoin-nya Band Neuraxis duduk menggantikan posisi Max Duhamel yang mengundurkan diri saat penggarapan album ini, kehadiran Olivier Beaudoin disini masih terhitung sebagai Session Drummer setelah beberapa kali membantu beberapa penampilan panggung Kataklysm tahun 2013 ini. seperti sedang mendapat suntikan darah segar, Komposisi musik dengan Beat cepat memang lebih membabi buta di aransemen materi kali ini tanpa banyak melepas kekuatan Riffing melodius Kataklysm. is just laughable. Although it’s not completely repetitive (they do flirt with more melodic and pseudo-black metal style riffing (Numb and Intoxicated kinda sounds like modern BM) on a few occasions), they’re some of the most boring, unspectacular riffs ever seen this side of slam death metal. None of them are going to get stuck in your head. sepertinya setiap pukulan drummer Olivier Beaudoin membawa Adrenalin serta attitude enerjik disini, apalagi saat mendengarkan track " If I Was God - I'd Burn It All ", dimana ketukan Mega Blaster dipadukan dengan Melodius Riffing seperti tidak terpecahkan typical Konsentrasi-nya. sebuah beat yang kurang begitu ditawarkan Oleh Kataklysm sejak memasuki album " The Prophecy (Stigmata of the Immaculate) "Mungkin. tapi asli bagi gw cukup mengejutkan dimana enerji member Kataklysm harus terkuras dengan permainan rapat Olivier yang Begitu powerfully. Karakter Growling Low Maurizio Iacono masih mempertahankan gayanya seperti juga dirinya bersama Ex Deo. " Like Animals " kemudian Masih tampil agresif dengan modern sounding dasyat Kataklysm yang memang gw akui memiliki-nya sejak band ini terbentuk Tahun 1991. This Track to be neither terribly heavy or catchy, leaving a moderately enjoyable experience that only partially satisfies, BUT More Intense and Fully Headcatchy Bang Your Head !! " Kill the Elite " yang sebelumnya menjadi Track Trailer album ini memang membawa kekuatan tersendiri dengan karakteristik Kataklysm. Dentuman drum yang semakin menawarkan part variatif menjadi Tradisi menarik tersendiri di sini. bergaya modern Death Metal memang tidak ketinggalan begitu terasakan di lagu " Under Lawless Skies ", rasakan sendiri raungan Screaminsane-nya menyentuh mata hati lagi. At the commencement of each song, you’re hoping for something new and exciting. mulai tidak mengenal kata " Kendor ", Kataklysm masih terus menawarkan komposisi musik yang terasa berat dan cepat dengan sentuhan yang universal juga melodius ditrack " Dead & Buried ", konsepnya seperti mencoba lepas dari konsep death metal dan mengarah ke Gaya yang lebih Thrashy !! dan masih terasa berlanjut ke " The Darkest Days of Slumber ", dan mulai sedikit bergeser pudar cepat ke " Real Blood - Real Scars ", kemudian masih berusaha bertahan dengan konsep materi terakhir hingga mulai lebih buas lagi dengan " Empire of Dirt " yang kemudian diakhiri dengan Track Andalan berikutnya " Elevate " yang bisa kalian nikmati Video Clip kerennya. Meskipun agak sedikit mengejutkan dengan hentakan New Power-nya, Album Kataklysm ini bagi gw mampu menyingkirkan beberapa stigma membosankan pada beberapa album sebelumnya. Masih hadir dengan sound yang tetap mengagumkan hasil olah tangan dingin Frontman Gitaris Band, Jean-François Dagenais yang kemudian Proses mixing-nya ditangani oleh Christopher Harris AKA " Zeuss ", adalah kali pertama kerja barengnya bersama Kataklysm setelah Enjiner berbakat ini mensukseskan beberapa Masterpiece segudang band2 terkenal sebelumnya. Pengen coba cita rasa berbeda Kataklysm yang terasa lebih menonjok?? Silahkan coba rasakan sendiri sensasi enerjik mereka disini ...... and I prepared myself for that. However, I could never expect the band to commit such a musical regression on purpose. Instead of further developing the band’s trademark sound, they decided to break and make a U-turn. However, they obviously flipped over doing that. During the album, there are just a few hooks in every song that are obviously there for the sole purpose of constantly reminding you that this is Kataklysm you are listening to.

0 komentar: