ABLATION LEMPARKAN SINGLE KE-2 " VICTIM KINK " DARI EP BARU NANTI DI 29 MEI 2026
Kadang sebuah band lahir bukan karena ambisi besar menyelamatkan genre, tapi karena kejenuhan, kehancuran, dan kebutuhan untuk tetap melampiaskan kemarahan lewat amplifier yang terlalu keras. Itulah yang terjadi pada ABLATION, proyek yang pertama kali digagas oleh gitaris Rich Nagasawa setelah Dehumanized resmi bubar pada 2019. Alih-alih tenggelam dalam nostalgia atau memainkan ulang formula lama secara aman, Rich justru memilih membangun monster baru yang lebih frontal, lebih sinis, dan lebih fokus menghantam sisi paling busuk dari perilaku manusia modern. Target terbaru mereka? Budaya kepura-puraan menjadi korban dan manipulasi emosional. Ya, selamat datang di dunia " Victim Kink ".
Single kedua " Victim Kink " bukan sekadar lagu death metal brutal biasa yang sibuk menjual kebrutalan generik. Tema yang mereka angkat jelas menyindir fenomena sosial yang makin sering terlihat: orang-orang yang menjadikan status korban sebagai identitas permanen, lalu memelintir empati demi validasi atau keuntungan pribadi. Dan tentu saja, tidak ada cara yang lebih halus untuk menyampaikan kritik seperti itu selain dengan riff death metal yang terdengar seperti mesin penghancur beton. Yang membuat single ini makin menarik adalah kehadiran Frank Mullen, mantan vokalis legendaris Suffocation. Kehadirannya bukan sekadar cameo nostalgia untuk memancing perhatian fans lama. Suara Frank masih membawa aura intimidatif khasnya: kasar, dominan, dan terdengar seperti orang yang sudah terlalu lama muak terhadap kebodohan manusia. Dan jujur saja, tema seperti " Victim Kink " memang terdengar jauh lebih tajam ketika disuarakan oleh seseorang seperti Frank Mullen.
Single ini menjadi pratayang kedua menuju EP debut enam lagu mereka, Lethal Abuse yang akan dirilis 29 Mei melalui Iron Fortress Records. Menariknya, Frank juga muncul di lagu lain bertajuk " Eradicating The Feebleminded ", judul yang bahkan sudah terdengar seperti ancaman biologis sebelum satu not pun dimainkan. Secara musikal, ABLATION tampaknya tetap berakar kuat pada brutal death metal ala New York: riff padat, groove menghancurkan, tempo agresif, dan pendekatan tanpa kompromi. Tidak ada usaha terdengar modern secara paksa. Tidak ada breakdown TikTok-friendly. Tidak ada clean vocal emosional untuk mengejar pasar lebih luas. Di saat banyak band ekstrem sekarang terlalu sibuk terlihat relevan, ABLATION malah datang membawa palu godam dan langsung memukul budaya victim complex ke wajah pendengarnya. Dan itu terasa jauh lebih jujur. Karena pada akhirnya, death metal terbaik memang sering lahir dari rasa muak terhadap dunia sekitar bukan dari kebutuhan menjadi viral. Dan kalau " Victim Kink" menjadi indikator awal, maka ABLATION tampaknya tidak datang untuk bermain aman. Mereka datang untuk menyerang.
Supergrup death metal ini menampilkan vokalis Devin Swank (Bludgeoned by Deformity, Dripping, Dyskinesia, Earthburner, Immortal Torment, Skag, Tomb Sentinel, ex-Limbsplitter, ex-Indespise) Ex. drummer Suffocation, Eric Morotti (Castrofate, Golias, Piss on Christ, ex-Epocholypse, ex-Blind Witness, ex-Killitorous, ex-Suffocation, ex-PoonTickler), bassist Derek Boyer (ex-Criminal Element, ex-Decrepit Birth, ex-Dying Fetus, ex-Disgorge, ex-Deprecated), dengan gitaris Rich Nagasawa (Dehumanized, ex-Charnel House) melengkapi line up. EP 6 lagu tersebut direkam sepanjang tahun 2025 dan diselesaikan pada musim gugur lalu. Band ini bekerja sama dengan produser Joe Cincotta di Full Force Studio, dengan Cincotta juga menangani mixing dan mastering.
" Lethal Abuse " track listing:
01. Lethal Abuse
02. Victim Kink (feat. Frank Mullen)
03. Sporadic Slaughtering
04. Indecorous Disembodiment
05. Eradicating The Feebleminded (feat. Frank Mullen)
06. Immersed in Carrion







0 Komentar